Maaf Lahir Batin

Adalah jarak yang menjadikan kita melarung rasa bersalah di rentang penantian maaf, untuk mengekalkan rindu dan menumbuhkan keintiman. Oleh karena itu, aku ingin menyulam salam di tanganmu lewat sahabat siang yang menggamit jemari malam di ujung tabir senja. Meski hanya membawa segenggam angan, aku mengharap ampun kalbu kedamaian. Menghapus beberapa keresahan hati. Menyinari kelamnya raga dengan lentera fitri. Menutup bilur luka kesalahan yang tak sengaja. Menyulam cahaya yang telah robek oleh prasangka. Berharap jiwa kita boleh berkumandang kembali tanpa kemelut perbantahan. Mencari makna kemenangan. Mencari maujud tubuh yang telah hilang. Mencari keutuhan yang kerap sumbang. Mencari terang yang lama samar. Mencari fitrah yang pernah hitam pekat. Agar lahir dan batin penuh berkah dan pengampunan, menyempurnakan perjalanan persahabatan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

2010

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s