Titah

oleh: john ferry sihotang

sehelai benang perak uban rambutku
dan uban rambutmu
adalah lukisan cakrawala
di sana mesin mesin tua
di telan dahaga jiwa
nada dadaku
ingin pulang padamu

aku berjiwa dengan semesta
saat embun bersama tanah basah
saat langit sunyi bintang memudar
saat awan tersedak isak hujan
mendendang tembang lagu jiwamu

aku kenang kembali awal jumpa kita
cetus percik api
lalu dawai dawai hati
lalu rindu rindu sepi
aku abumu saat sebatang kayu
kamu apiku saat malam berlalu

dada kita nama bersama

aku ayunkan kembali langkahku
di titah itu
di tanya itu
Tuhan datang di tidur malamku
ke bukit-bukit memantul sunyi
ke akar rumput-rumput mati

pernahkah aku dan kau jadi satu, di bibirNya?

2010

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

One thought on “Titah”

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s