Tentang Cinta

Tentang Cinta

Oleh: John Ferry Sihotang

/1/
Cinta adalah buah pertama. Dari bunga pertama, benih hasil pertemuan ovum dan sperma: dua sel terhebat dari ranting pertama pohon kehidupan. Buah paling mengagumkan dari semua kekaguman. Buah dari sebab dan akibat pertama peleburan. Dalam sucinya rahim ibu Isthar, dewi cinta termulia. Begitu hangat walau dalam gulita. Tumbuh dalam persemaian, saat belum ada; baik atau buruk, terang atau gelap, kudus atau hina. Di ladang hati bunda jagat raya.

/2/
Cinta adalah tangisan pertama. Tangis paling tulus seorang bayi saat lahir ke bumi. Tangisan terkudus paling dinanti semua ibu. Yang menelurkan airmata pertama dari seluruh rangkaian ratapan kehidupan dan kematian. Tangisan kebahagiaan dan kesedihan. Rintihan manis nan lirih ibu yang tersepuh menjadi senyuman. Rasa sakit yang menjadi nafas panjang kenikmatan. Rasa haru biru yang menjadi tarian. Pun kelelahan sembilan bulan telah menjadi luapan kegembiraan. Tangis paling bahagia, tanpa kenal kebetulan.

/3/
Cinta adalah cahaya pertama. Cahaya perdana saat jabang bayi membuka mata. Tanpa tahu apa yang dilihatnya. Hanya ada rasa kekaguman, keheranan, dan ketidaktahuan. Kebenaran sejatinya. Saat belum ada huruf merangkaianya. Sebelum ada kata menyebutnya. Sebelum ada kalimat mengaguminya. Mistik dan magis pertama dari seluruh rangkaian rahasia kehidupan. Nada dan lukisan pertama bagi inderanya. Getaran gelombang awal yang menghangatkannya. Barisan puisi pertama dalam prosa hidupnya. Dan itu pengetahuan pertamanya, Tuhannya. Cahaya yang melahirkan senyuman pertama. Pada detik pertama dalam ruang semesta. Singgasana terang keabadian jiwa.

/4/
Cinta adalah air susu pertama. Air kehidupan yang direguk dari ceruk cawan suarga ibunda. Di telaga berbenteng wadas nan perkasa. Air yang memuaskan lapar dan dahaga. Air yang selalu mengundang datang kembali merindu padanya. Air yang tidak bisa dijelaskan dengan kata. Karena lidah belum bisa membedakan rasa. Dan tak mengenal arti dusta. Ya, resapan pertama dari piala perjamuan para dewa. Air yang menyusui kehidupan. Air tuah keselamatan.

2010

/5/
(Cinta adalah prikitiw pertama *halah)

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s