Cinta yang Paling Hidup

oleh: john ferry sihotang

cinta itu tak pernah mati
dia yang paling alfa dan omega
dia yang paling warna
dia yang paling jubah
dia yang paling tanduk
dia yang paling sembilu
merancap di tubuh yang kian menguban

cintaku adalah cinta apokaliptik
bagai cinta seorang peloncat jauh
mundur dengan tulus mengambil ancang-ancang
berlari sepanjang landasan tanpa dikekang
lalu melompat sempurna di pangkuan belahan jiwa
di akhir waktu cinta yang paling dunia

sudah pernah ada nubuat
mencintalah dengan cara yang paling hamba
mencintalah dengan menyimpan yang paling racun
bahwa yang paling bunga hanya tarikan nafas
dan yang paling merpati hanya sayap perjalanan
cinta yang paling hidup pun hanya ada di surga
bila surga itu ada

borneo, 25 juli 2010

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s