Metafisika Cinta

Engkau bertanya, “kenapa ada cinta?” Itu namanya metafisika, jawabku. “Kalau begitu engkaulah metafisikaku”, pujimu. Sungguh, itu rayuan paling sublim sekaligus paling absurd yang pernah kudengar.

Ontologi cinta itu kemustahilan dalam labirin keniscayaan. Begitu sulit diurai karena transenden sekaligus imanen. Kerap di luar batas nalar dan batas pengalaman. Seuntai konsep di luar kategori hidup keseharian. Tegangan imaji dan imajinasi dalam selancar kemampuan. Sebuah pendulum aksi dan reaksi. Hingga rasa ingin tahu melahirkan abstraksi. Hasrat yang kuat menyusui kudusnya mimpi. Dan penasaran hebat memukau aksentuasi tanpa alineasi.

Membuat defenisi metafisika cinta adalah penghianatan. Tak mungkin memeluk kegamblangan dalam ketidakjelasan. Cinta itu ibarat klenik irasional dalam rasionalnya ilmu pengetahuan. Penyangkalan dalam kesaksian. Sangat subtil, namun acap meladeni rasa kasihan. Begitu rumit, sulit, komplikasi; namun sederhana kata Sapardi, penyair kita. Dilahirkan di firdaus adam – hawa. Dicemaskan Heidegger tua dan Arendth belia. Dihancurkan Caesar – Cleopatra, yang berkuasa. Dibawa mati Romeo – Juliet, pasangan muda. Dikubur tirani Hitler – Osama, yang gila. Namun, aku dan kau sudah membangkitkanya. (prikitiw!)

Cinta memeluk erat problematika, teka-teki, dan misteri. Dalam kenyataan yang tak masuk akal dan ambigu sekali. Tapi kita nikmati. Karena sejarah selalu rindu memahami. Rindu mendekati tuk peluk tragedi. Rindu mengasuh balada, parodi, dan elegi. Rindu berikhtiar ‘tuk mengerti. Meski tak dapat jawaban. Namun, itulah kepantasan dalam nyinyirnya kenihilan.

Coba kita mendengar seorang nenek tua yang arif, kaya pengalaman, dan banyak petuah mencengangkan. Seperti itulah metafisika bagi manusia. Sebaliknya, kita duduk ngobrol dengan gadis cantik, gaul, dan menawan, itu namanya posmodernisme yang sekarang ada. Bagaimana kaitannya dengan cinta? Berhentilah meracik puisi prosa! Dekati sang nenek tercinta, bawa kawin lari gadisnya! (ha! ha! ha!)

Borneo, 18 Juni 2010

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s