Etika Cinta Kant

Cinta dan etika ada di wilayah kategori praktis. Apa yang harus kita buat, manis? Cinta bukanlah sebuah imperatif praktis. Yang menuntut syarat miris. Namun cinta adalah imperatif kategoris. Tanpa secuil syarat nan mengiris.

Cinta memeluk mesra etika. Senantiasa menghasilkan kebaikan sempurna. Bukan kebaikan yang dibalas kejahatan dan prasangka. Akan tetapi cinta tulus berprakarsa. Yang mengundang langkah pertama. Pun kita tak harus terpaksa. Menerima postulat trinitas ada. Kebebasan, Tuhan, dan immortalitas jiwa. Sebab itu jua keyakinan yang kita punya.

Cinta adalah hasil tindakan etis. Seperti agama produk rasio teoretis dan praksis. Agama memang datang sesudah etika filosofis. Hasil dari tindakan dan pikiran etis. Tetapi cinta kita mendahului keduanya secara estetis. ‘Coelum stellatum supra nostrum, intra nostrum lex moralis’. Langit bertabur bintang diatas kita, hukum moral di relung hati kita, manis!

2010
(Coretan ini hanya sekedar pembacaan dan penafsiranku terhadap etika Immanuel Kant)

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s