Cemas

oleh: john ferry sihotang

aku haus dialog kerinduan hati
yang selalu merajut sapa hari
menenun benang benang imajinasi
walau acap liar membentur batas nalar penuh imaji
untuk sebuah sketsa mimpi suci

kadang aku meringis di ujung senar tanya
dalam hening sunyi kelunya tepian kata
memenjara ritme dalam asa bernada
memberangus beludak irama rasa
dengan elegi, demi harmoni cinta

namun kini aku mencandra kecemasan rasa
dengan sapuan kuas pelangi di cakrawala
dalam bingkai horison rupa semesta
meliuk menukik bawa warna sebelum senja
jadi lukisan di kanvas doa penuh rona

kusepuh kembali emas menjadi tarian jiwa
diiringi sorak kemulian para malaikat surga
bersama kidung agung mahluk semua
hingga sayup terdengar kembali nada pertama
denting dawai pertama jumpa

semoga kelak kita berdua dapat menari
di sebuah telaga keabadian terberkahi
tanpa riak ombak rasa cemas tak terkendali
menghidu prosa hingga fajar rekah berseri
dua hati menjadi seuntai puisi

Jakarta, 18 april 2010.

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s