Tiga Belas Januari

tiga belas januari
(sebuah “rap” curriculum vitae)

aku terlahir tanggal tigabelas. kerap dianggap angka sial terganas. sekalipun bagi manusia waras. tanpa seorang dokter bidan pun dukun cerdas. namun ada tangan tulus seorang mantri yang masih belajar medis hingga tuntas! dikandung sebagai bayi sungsang pasti hadirkan rasa waswas. pun tak bisa menolak elegi persalinan yang tak pantas. saat kaki ‘muncul’ pertama akan menghadirkan tendensi abnormalitas. bisa jadi kematiaan yang naas. terlahir diam memeluk sunyi tanpa tangis pertama nan keras. tangis terkudus paling dirindu semua ibu penuh kasih tak terbatas. membuat keluarga dan kerabat larut dalam haru biru cemas. tanpa ayat suci dan mantra yang bernas. kuakui, hanya karena cinta Sang Mahaatas. yang tersalur lewat tangkai pepaya pengantar denyut nafas. dan iringan doa para warga di kampung yang terpanjat ikhlas.

lahir dari rahim seorang ibu yang memasak dengan tangkas. yang baru saja mulai akrab memakai gas. tak pernah belajar gaya pegas. hanya tau berenang gaya bebas. karena tiap hari mandi di pantai danau toba yang luas. tetapi selalu memaksa anaknya untuk belajar keras. bekerja keras. minum bir juga keras! pula benih suci ayah yang terlalu tegas. beberapa kali melempar terong hingga dapur penuh pecahan gelas. bukan karena anaknya malas. hanya karena suara gaduh oleh rendang teramat pedas. sekali waktu karena terlalu banyak minum tuak fermentasi keras. yang kini sering kureguk satu dua gelas. serasa utuh manusia bebas. rasanya seperti cinta luna maya dan ariel yang kandas. fans peterpan beringas hendak merampas. karena luna sudah jatuh dipelukanku dengan lugas. oh, sungguh amat ‘cadas’!

tepatnya tigabelas januari. bulan pertama yang menginspirasi. setidaknya untuk glenn fredly dan gigi. karena masa kecil tanpa tivi. bikin miskin hobbi dan kreasi. tapi penggemar sejati tom and jerry. yang selalu hadirkan imajinasi liar tak terkendali. menggilas perut sampai lapar berkali kali! menggilai novel karl may dan tolstoi. juga syair gibran arabi dan rumi! kadang aku menari dalam alunan mozart atau vivaldi. atau dengan sebatang rokok berlagak seorang conductor terpuji. memimpin orchestra semesta termegah nan riuh suci! mengagumi ukiran michaelangelo dan bernini. juga lukisan monalisa dari leonardo da vinci. karya seni terseksi. (maaf) walau kadang terlihat bak seorang banci. namun bagiku cita rasa berseni tinggi. sarat nilai estetik dan harmoni! di kamar mandi pun suka bernyanyi. walau tidak sedahsyat suara elektrik alvin and the chipmunks yang diam diam kupuji. tapi hampir nyaris terbukti. pun sudah teraksentuasi. dalam suara yang bisa menggelegar dengan pasti. bagai halilintar bersabung membakar sunyi. morebek awan hati kaku pilu sepi.

sering jua aku berimajinasi menghalau ombak angin dan badai. bak seorang dewa matahari. nan perkasa bagai panji panji pemberontak tirani. dalam hati selembut hello kitty di salju para sufi . walau mahasiswa baru kerap jatuh dalam buramnya prasangka apriori. menganggap penuh irihati dengki dan keji. pun sering dijauhi wanita karena atribut batak sekali. dalam sapuan kuas kanvas rupa meliuk unik tersendiri. segi-tujuh tak beraturan dalam ilusinya ruang geometri. namun acap berkhayal menemu seorang bidadari. berhati selembut merpati! dan atas nama hak asasi. pemaktub kebebasan berekspresi. tanpa kata permisi dan basa basi. ijinkan kueja huruf hingga berbunyi. kutunggu jandamu, cut tari ! hahaha

borneo, 3 mei 2010

(diedit dari note sebelumnya untuk kupersembahkan pada luna maya dan cut tari)

Author: John Ferry Sihotang

Geolog penafsir batu. Pegiat kuliner buku.

Berilah Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s